Teks Puisi 4.7 Pertemuan Daring 2

Unsur –Unsur Pembangun Pada Puisi Hujan Bulan Juni

1. Majas & Irama

Pada puisi Hujan Bulan Juni terdapat majas personifikasi (membandingkan benda – benda tidak bernyawa seolah –olah memiliki sifat seperti manusia) : Hujan memiliki sifat tabah, bijak, dan arif.

Dan majas paralisme, adalah majas perulangan yang tersusun dalam tiap baris yang berbeda. Kata itu adalah “tak ada yang lebih”.

Irama puisi diekspresikan dengan lembut sebagai perwujudan dari rasa kagum dan simpati. Hal itu tampak pada kata – kata yang bersifat pujian yang ditujukan kepada ‘Hujan Bulan Juni” yang bersikap “tabah”, “bijak”, dan “arif”.

2. Penggunaan Kata – Kata Konotasi

Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan – penambahan, baik berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan dari penyairnya. 

3 Kata Berlambang

Pada puisi Hujan Bulan Juni, lambang – lambang yang dimaksud antara lain, dinyatakan dengan kata hujan dan bunga. Hujan melambangkan “kebaikan” atau “kesuburan”,dan “bunga” bermakna “keindahan”.

4. Pengimajinasian

Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Sehingga pembaca seolah –olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.

Pada puisi Hujan Bukan Juni kata yang mengandung pengimajinasian terdapat pada kata “dihapusnya jejak – jejak kakinya”. Seolah –olah kita melihat jejak kaki dihapus.

Menyimpulkan Isi Puisi

Setelah mengenali unsur – unsurnya, puisi itu bisa kamu pahami isinya secara mendalam. Pengenalan unsur – unsur fisik, seperti majas, kata – kata konotatif, perlambangan, dan pengimajinasiannya, memudahkan kamu untuk mengetahui tema & amanatnya. Kamu juga akan mengetahui perasaan penyair & sikapnya terhadap pembaca.

Dengan langkah – langkah seperti itu, kamu dapat mendalami isi puisi “ Hujan Bulan Juni” sebagai berikut:

Bait 1-4 menceritakan tentang kebaikan yang walaupun  sedikit tapi bermanfaat bagi yang lain.  Penyair melukiskan dengan kata hujan yang melambangkan kebaikan dan rintik yang melambangkan sedikit.

Bait 5-8 menceritakan tentang kebaikan yang setelah dilaksanakan kemudian dilupakan atau tidak berharap balasan. Penyair melukiskan dengan kata dihapus jejak –jejak kakinya.

Bait 9-10 menceritakan tentang kebaikan uang telah dilaksanakan kemudian menjadi manfaat bagi yang menerimanya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *