Teks Persuasif 3.13 Pertemuan Daring 1

Pernahkah kamu terbujuk atau membujuk orang untuk berbuat sesuatu? Nah itu artinya kamu sudah cukup akrab dengan hal – hal persuasif. Itu berarti pula teks persuasi bukan lagi hal yang asing bagi kehidupan kamu sehari – hari. Bahkan, kemampuan untuk bisa memengaruhi orang (berpersuasi) sangat penting kamu kuasai, misalnya dalam kegiatan berbicara di depan umum.

Dalam bab ini kamu akan memahami dan menelaah struktur teks persuasi. Dengan begitu, kamu pun akan mudah  pula dalam mempersuasi orang lain, untuk bersama – sama berbuat sesuatu yang bermanfaat tentu saja.

A.Menemukan Ajakan dalam Teks Persuasif

1.Pengertian Teks Persuasif

Teks terdapat dalam buku paket Bahasa Indonesia hal 176

Pada kedua contoh teks tersebut berisi ajakan atau bujukan. Pernyataan – pernyataan di dalam teks tersebut mendorong seseorang untuk mengikuti harapan atau keinginan –keinginan  penulis. Sebagai tulisan yang bersifat ajakan, pernyataan – pernyataan di dalam teks tersebut cenderung “mempromosikan” sesuatu yang diperlukan pembaca.

Maka kita bisa simpulkan bahwa

Pengertian Teks Persuasi adalah sebagai berikut.

Teks persuasi adalah suatu teks yangb berisi ajakan. Pernyataan – pernyataan di dalam teks persuasi mendorong seseorang untuk mengikuti harapan atau keinginan – keinginan penulis. Sebagai tulisan yang bersifat ajakan, pernyataan – pernyataan dalam teks persuasi cenderung “mempromosikan” sesuatu yang diperlukan pembaca yang didasari oleh fakta & opini.

Contoh fakta & opini : 1.Penyebab orang mengalami gangguan pencernaan, antara lain pola makan yang tidak teratur. 2.Banyak oknum tidak bertanggung jawab yang meminta sumbangan mengatasnamakan korban bencana alam.

2. Ajakan dalam Teks

Di dalam pelajaran sebelumnya telah kalian ketahui bahwa teks persuasi ditandai dengan kehadiran ajakan. Adapun ajakan adalah kata – kata atau perbuatan untuk mengajak. Ajakan dapat pula berarti anjuran, imbauan, dorongan untuk melakukan sesuatu. Ajakan ditandai dengan kata – kata harus, hendaknya, sebaiknya, usahakanlah, jangan, hindarilah, dan sebagainya.

Disamping itu, tidak sedikit pula teks persuasi yang menyampaikan ajakan itu secara tersurat.  Walaupun tidak dinyatakan secara langsung, pembaca tetap akan memahami bahwa teks itu berisi suatu ajakan atau bujukan agar pembacanya itu berbuat sesuatu sesuai dengan harapan penulisnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *