Penilaian Harian IPS_1

Bacalah teks berikut!

Distribusi Pangan Sempat Terkendala Selama Pandemi Covid-19

02 JUNI 2020, 12: 07: 11 WIB | EDITOR : WIJAYANTO

Ilustrasi distribusi pangan (DOK/JAWAPOS)

Share this       Berita Terkait

SURABAYA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo memastikan pandemi Covid-19 tidak berpengaruh pada produksi pangan, bahkan stok beras di Jatim mengalami surplus. Namun menurutnya hanya terkendala pada distribusi pangan.

“Kontribusi beras untuk nasional sebesar 17 persen. Posisi Jatim berada dibawah Jawa Barat, sama-sama 17 persen hanya berbeda koma saja,” ujarnya.

Hadi mengatakan stok padi Jatim hingga bulan Desember mendatang sebanyak 10,3 juta ton, sedangkan stok beras 6,7 juta ton. Sementara untuk konsumsi hanya 4,3 juta ton. “Ini artinya masih mengalami surplus 2,4 juta ton,” katanya.

Untuk produksi jagung di Jatim hingga Desember mendatang mencapai 8 juta ton. Dari jumlah tersebut, untuk konsumsi hanya 122.000 ton dan untuk pakan ternak 2,4 juta ton. “Yang defisit adalah kedelai. Jumlah produksi hingga Desember hanya 144.641 ton sedangkan konsumsi 447.912 ton. Sehingga mengalami defisit 303.2672 ton,” paparnya.

Ia juga mengaku bersyukur karena pada musim hujan kemarin tidak ada yang mengalami gagal panen atau puso. Menurutnya untuk menghadapi musim kemarau, pihaknya menyiapkan cadangan benih daerah. “Kalau ada kabupaten yang mengalami puso maka bisa mengajukan ke provinsi untuk mendapatkan bantuan benih,” jelasnya.

Selain itu Hadi mengatakan pihaknya juga menyediakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bekerjasama dengan Jasindo yang diperuntukkan kepada para petani. Ia berharap para petani di Jatim bisa mengikuti AUTP ini. “Asuransi ini harusnya bayarnya Rp 180.000 per hektar namun para petani hanya membayar Rp 36.000, sisanya disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Meski demikian lanjut Hadi, tidak semua petani di Jatim mengikuti AUTP. Ia menambahkan target AUTP sebanyak 280.000 hektar, namun yang ikut hanya 260.000 hektar lebih yang mengikuti AUTP. “Sebenarnya tidak ada masalah mau ikut AUTP atau tidak. Kami hanya menyarankan kepada petani untuk ikut sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu mengalami puso,” tuturnya.

Saat ditanya terkait kendala selama pandemi Covid-19, Hadi mengatakan bukan terletak pada produksi pangan, namun akan tetapi pada distribusi baik dalam provinsi maupun luar provinsi. Untuk itu ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, kemudian Dinas Perhubungan dan kepolisian. 

“Kami meminta kendaraan yang digunakan untuk distribusi pangan diberikan pengecualian agar kondisi pangan bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

Jawab pertanyaan berikut :

  1. Tuliskan masing-masing kegiatan ekonomi yang disebutkan dalam teks tersebut!
  2. Jelaskan kendala distribusi yang dimaksud!
  3. Berikan ide/gagasanmu bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk solusi dari masalah tersebut dengan mempertimbangkan prinsip (untung/rugi) bagi produsen dan konsumen dikaitkan dengan IPTEK yang bisa dikembangkan!

Tuliskan/ketik jawabanmu, simpan di google drive dengan nama file : NAMA_KELAS_PH IPS 1.
Boleh melihat sumber ajar ya..

atau kalian bisa mengerjakan langsung dari SINI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *